Wednesday, April 2, 2014

GOLPUT ??? Pikir-pikir dulu lah..

Dalam beberapa hari ke depan, Negara Indonesia akan mengadakan pesta rakyat yaitu pemilihan umum. Yaitu pemilihan untuk mendapatkan calon presiden republic Indonesia dan serentak pemelihan wakil daerah dan provinsi.
yang namanya pesta, pasti memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Apalagi sekelas pemilu, anggaran tentunya sangat besar. Pemilihan panitia seleksi anggota KPU saja sudah besar (dan menurut informasi bahkan peserta yang tidak lolos pun mendapatkan uang transport). Belum lagi bicara anggaran pengamanan, semuanya bisa sampai triyulnan.
Berikut Hal-hal yang memakan anggaran besar ketika pemilu menurut pandangan pemilih (warga biasa bukan panitia maupun anggota KPU), yaitu:
1. Kotak Suara
Menggunakan anggaran yang terlalu besar, bahkan untuk mengadakan kotak suara saja sudah memakan anggaran ratusan juta.
solusi masalah kotak suara ialah lebih baik kotak suara yang sudah ada dari pemilihan sebelumnya lebih baik disimpan untuk pemilu ke depannya. Tempat penyimpanan yang paling baik adalah gudang di kantor desa/lurah dan kecamatan tempat pemilihan. Teknis penyimpanan lebih baik didiskusikan pada masing-masing apatur desa terkait. Tugas KPU (bagian logistic) melakukan koordinasi pada bagian gudang kantor aparat berwenang pada wilayah masing-masing (bisa lewat telpon, sms, dan media lain) sambil hanya membuat pada daerah yang belum terjangkau seperti pedalaman Kalimantan, Irian, dll intinya selain dari pulau Jawa deh.
2. Surat suara, atk dll
ini anggaran yang paling besar. 1 kertas suara untuk satu orang. Kalaupun nanti ada pemilihan DPD mungkin bisa jadi ada 2atau lebih untuk orang. Penduduk Indonesia saat ini sudah banyak.. selain itu Jumlah partai yang banyak juga akan meningkatkan besarnya biaya operasional dari kotak suara.
solusi yang mungkin bisa ialah mengaet mitra dari usaha percetakan local masing-masing daerah untuk menghemat biaya pengiriman dan waktu pengiriman. Teknisnya bisa didiskusikan pada masing-masing wilayah. Percetakan pun harus tahu diri lah, jangan mau ambil untung banyak. Ini buat Negara juga kok. Selain bisa menumbuhkan gairah bisnis dan membuka lapangan kerja.
3. Umbul-umbul atau spanduk
Masalah umbul-umbul atau spanduk memang diserahkan pada masing-masing calon dari partai pengusung. KPU hanya bersifat mengawasi. Apabila dilihat secara garis besar, penggunaan umbul-umbul dll sangat tidak elok dipandang mata bahkan terkesan kumuh, selain itu sisa dari umbul-umbul dari pemilu akan menjadi sampah atau biasanya dijadikan pelindung bagi pemilik usaha kaki lima dan lagi-lagi menambah nilai kumuh kota.
Alangkah baiknya KPU membuat papan elektronik sendiri (kalau tidak mampu berkerja sama dengan perusahaan terkait) kemudian menfasilitasi parpol atau calon yang ingin pasang iklan. Durasi penayangan ditetapkan sama tanpa pandang bulu mau partai besar maupun kecil.
Anggaran yang sudah dikeluarkan pemerintah sudah sedemikian besar untuk memaksimalkan kinerja KPU dalam pelaksanaan pemilu agar tertib, jujur dan adil. Oleh karena itu sebagai warga Negara yang baik sepatutnya kita mengikuti pesta tersebut dengan cara menggunakan hak pilih dan jangan sekali-kali berpikir untuk GOLPUT.
jika Golput anda berarti menutup mata terhadap apa yang ada di depan mata . Golput berarti anda cuek terhadap nasib bangsa ke depannya. Golput juga menunjukkan anda pesismis terhadap apa yang terjadi di kemudian hari. Menggunakan hak pilih adalah HARAPAN, menggunakan hak pilih adalah bentuk penghormatan dan pengabdian kepada negara, menggunakan hak pilih berarti anda ikut berjuang dalam kemajuan nusa dan bangsa. Jadi gunakanlah hak pilih anda masing-masing dan jagalah agar pemilu tetap lancar dan damai.
Salam
CeSAR
Celoteh Sang Camar

Tuesday, April 1, 2014

Sekapur Sirih Semangkok Pinang Celoteh Sang Camar

Blog ini berisi berbagai kritikan terhadap kehidupan yang ada disekitar kita yang mungkin saja dialami oleh sebagian besar atau sebagian kecil dari orang terdekat kita. Kritikan tersebut disampaikan dalam bentuk celotehan. Kalimat singkat yang terlintas cepat di pikiran kemudian diucapkan secara kilat.
Kritikan bisa berupa prinsip hidup yang aneh oleh sebagian orang, atau parodi kehidupan seseorang ataupun tentang masalah umat, seperti kehidupan sosial agama dan negara. Kritikan yang mungkin saja membuat kita sadar atau paling tidak sempat berpikir apa yang telah kita lakukan belum tentu tepat ataupun melihat apa yang dilakukan semua orang belum tentu salah. Kritikan yang mungkin saja dapat membuat kita mengerutkan kening, memocongkan mulut atau menutup muka kita, semua itu bisa saja karena malu atau pun tidak terima.
Semua tulisan yang diblog ini hanyalah pendapat yang mengandung subyektifitas kental, berdasarkan pada pikiran pribadi tidak bermaksud memaksakan pendapat atau pun menyebarkan paham-paham sesat. Semoga apa yang dituliskan memberikan manfaat bagi kita semua dan menciptakan diskusi hangat dan bersahabat.
-->Celoteh sang Camar hanyalah sebuah nama yang diambil penggalan lirik Lagu Iwan Fals yang berjudul Celoteh Camar Tolol dan Cemar. <--